Thanks kamu yang ke

Minggu, 24 Juli 2011

10 Tips Sukses Puasa Ramadhan

0

Sepertinya baru kemarin menjalani puasa, merayakan Idul Fitri dan menikmati lezatnya daging Idul Adha. Tidak terasa, tak lebih dari dua minggu lagi kita memasuki bulan puasa Ramadhan. Setiap muslim pastilah mendambakan sukses menjalani puasa Ramadhan. Untuk meningkatkan kualitas puasa di bulan Ramadhan dan mewujudkan ketakwaan diri, ada sepuluh perkara yang sebaiknya dikerjakan di bulan Ramadhan yang mulia ini.

Menghindarkan seluruh anggota badan dari segala macam perilaku yang diharamkan
Yang dimaksud dengan anggota badan, termasuk di dalamnya adalah hati. Karena jika hati sudah mulai berpaling kepada maksiat, maka pengaruhnya akan merasuk ke seluruh anggota badan. Sehingga - sebagai contoh -, jika hati mulai suka menggunjing, maka dengan  mudah si pemilik hati akan menggunjing.
Nabi Muhammad bersabda, "Puasa adalah perisai, maka hendaknya orang yang berpuasa tidak mengucapkan rafats (kata-kata yang kotor). Jika ada orang yang memeranginya dan memakinya, hendaknya dia berkata, 'Sesungguhnya aku sedang berpuasa', sebanyak dua kali." (HR. Bukhari Muslim)
"Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan berbuat buruk, maka Allah tidak butuh - terhadap puasanya - dalam ia meninggalkan makan dan minum." (HR. Bukhari)
"Tidaklah puasa itu hanya meninggalkan makan dan minum, sesungguhnya puasa itu harus meninggalkan apa saja yang tidak bermanfaat dan kata-kata kotor." (HR. Ibnu Khuzaimah dan Hakim, shahih)

Meningkatkan kedermawanan
Di dalam bulan yang mulia ini dianjurkan memperbanyak infaq, menyayangi kaum lemah, menyambung tali silaturahmi dan bersikap lembut pada keluarga.
Karena "Rasulullah adalah orang yang paling dermawan. Dan beliau bersikap lebih dermawan ketika bulan Ramadhan tiba, pada saat bertemu Jibril." (HR. Bukhari Muslim)

Memberi buka puasa kepada orang yang berpuasa
Meskipun hanya sebiji kurma atau seteguk air.
Rasulullah bersabda, "Barang siapa memberi buka puasa kepada orang yang berpuasa maka dia akan mendapatkan pahala seperti yang didapat oleh orang yang berpuasa. Tidak dikurangi sedikit pun dari yang didapat oleh orang yang berpuasa." (HR. Tirmidzi)

Sahur
Sahur disunnahkan, meskipun hanya dengan seteguk air. Waktunya mulai dari tengah malam.
Rasulullah bersabda, "Bersahurlah kalian karena di dalam sahur itu ada berkahnya." (HR. Bukhari Muslim)

Diutamakan mengakhirkan sahur sampai mendekati waktu subuh
Jika orang yang sahur sudah merasa khawatir akan datangnya waktu subuh, maka lebih utama baginya meninggalkan sahur.
Rasulullah bersabda, "Manusia akan tetap berada dalam keberuntungan selama masih mengakhirkan sahur." (HR. Bukhari Muslim)

Menyegerakan berbuka puasa
Jika sudah yakin bahwa matahari telah terbenam, maka dianjurkan segera membatalkan puasanya.
Rasulullah bersabda, "Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama ia menyegerakan berbuka." (HR. Bukhari Muslim)

Berbuka puasa dengan menyantap ruthab (kurma segar)
Kalaupun tidak ada, adalah dengan kurma kering. Kalau tidak ada juga, maka cukup dengan beberapa teguk air. Sebagaimana telah dilakukan oleh Rasulullah.
Anas bin Malik menceritakan, "Seringkali Rasulullah berbuka dengan ruthab (kurma segar), jika tidak ada ruthab, maka beliau berbuka dengan tamar (kurma kering), jika tidak ada tamar maka beliau minum satu tegukan air." (HR. Ahmad dan Abu Dawud)


Bedoa saat berbuka puasa dengan doa yang diajarkan Rasulullah
Beliau bersabda, "Ada tiga orang yang tidak akan ditolak doanya: Pemimpin yang adil, orang yang berpuasa sampai berdoa, dan doa orang yang teraniaya." (HR. Ibnu Majah)

Mengisi waktu dengan mencari ilmu, membaca Al-Qur'an dan berdzikir
Karena bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur'an.
Allah berfirman, yang artinya, "Bulan Ramadhan, didalamnya diturunkan Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan sebagai pembeda (hak dan batil)." (QS. Al-Baqarah: 185)

Beri'tikaf
Yaitu berdiam diri di dalam masjid. Amalan ini dapat dilakukan kapan saja, akan tetapi menjadi lebih baik jika  dilakukan di bulan Ramadhan. Dan akan lebih baik lagi jika dilakukan pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, untuk meraih lailatul qadar.
"Dahulu Rasulullah selalu mengencangkan ikat pingang, menghidupkan malam dan membangunkan istrinya pada sepuluh malam yang terakhir." (HR. Bukhari Muslim)

Semoga bermanfaat

0 komentar:

Poskan Komentar

Silakan komentarnya ^_^

 
Design by ThemeShift | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Templates | Best Web Hosting
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...