Thanks kamu yang ke

Jumat, 21 Desember 2012

Grasindo Publisher Searching for Author: Penerbit Grasindo Mencari Penulis!

7

Setelah beberapa waktu yang lalu saya sempat memposting tentang Lomba Nulis Novel Populer Bentang Pustaka "Wanita dalam Cerita", kali ini saya mau berbagi info lagi seputar event lomba kepenulisan. Kali ini datang dari penerbit Grasindo. Penerbit novel fenomenal "5 cm" itu lho! Dengan tema PSA: Publisher Searching for Author, penerbit Grasindo menantang penulis-penulis baru atau para writer wannabe untuk mengikutkan karyanya di event ini.

Nantinya, Grasindo akan memilih tiga karya terbaik sebagai pemenangnya, dan masing-masing akan mendapatkan hadiah berupa Samsung Galaxy Tab II. Seratus persen gratis! Tema karyanya bebas, sesuka imajinasi dan kreativitasmu, paling lambat tanggal 31 Maret 2012. Masih banyak waktu :D

Untuk persyaratan dan info lengkapnya, dapat dilihat di gambar ini.

PSA: Publisher Searching for Author Grasindo


Oiya mungkin ada yang bertanya-tanya, lalu jika terpilih apakah hanya sebatas mendapatkan Samsung Galaxy Tab II saja? Bagaimana dengan kontrak dan royalti penerbitan? Saya sempat menanyakannya di twitter, dan ini dia jawabannya.


Wah, sepertinya tambah menarik saja ya :D Dan kalaupun karya kita belum beruntung terpilih sebagai pemenang, kita bisa menariknya kembali dan mengirimkannya ke penerbit lain. Ada yang berminat? :D

Read more

Senin, 10 Desember 2012

Mengubah Polyline Menjadi Polygon dengan ArcView - Sistem Informasi Geografi

5


Kali ini saya akan berbagi sedikit tentang salah satu materi di kuliah saya, Sistem Informasi Geografi. Dalam digitasi sebuah peta, untuk menggambarkan sebuah wilayah, kita menggunakan objek polygon. Nah, salah satu cara untuk membuat polygon adalah dengan cara membuat batas wilayah berupa polyline. Setelah polyline jadi, baru kita convert polyline tadi menjadi sebuah wilayah polygon.

Dalam hal ini, kita akan menggunakan ArcView GIS 3.3 untuk mendigitasi wilayah berdasarkan peta raster yang telah ada. Untuk melakukan hal ini, kita membutuhkan beberapa extension pada ArcView GIS 3.3, yang belum tersedia di ArcView. Oleh karena itu, kita harus menambahkan sendiri extensionnya. Extension yang harus kita tambahkan diantaranya adalah:

  • Edit tools veri 3.1: satu set tool untuk melakukan edit pada peta. Digunakan untuk mengkoreksi kesalahan polyline yang kita buat.
  • JPEG image support: extension: digunakan agar ArcView GIS mendukung penggunaan gambar bertipe JPEG. (Kita pakai, karena kita akan menggunakan peta raster dengan ekstensi JPG).
  • MNDNR Stream Digitizing Extension: tool yang akan kita gunakan untuk membuat objek polyline

Di sini saya asumsikan teman-teman sudah mempunyai ekstensi yang dibutuhkan. Sebelum memulai, masukkan file extension ke folder C:\ESRI\AV_GIS30\ARCVIEW\EXT32. Setelah itu, baru kita mulai membuat project-nya.

Langkah-langkah membuat dan mengubah polyline menjadi polygon adalah sebagai berikut:

Buka aplikasi ArcView dengan mengklik Start -> All Program -> ESRI -> ArcView GIS 3.3 -> ArcView GIS 3.3

mengubah polyline menjadi polygon ArcView GIS

Pilih New untuk membuat view baru


Tambahkan Extensions yang akan kita gunakan. Caranya adalah dengan klik File -> Extensions.


Lalu beri tanda centang extensions yang akan digunakan (Edit tools versi 3.1, JPEG image support, MNDNR Stream Digitizing Extension). Jika sudah, klik OK.

Tambahkan sebuah theme untuk memasukkan peta raster kita : klik menu View -> Add Theme.


Cari dan masukkan peta yang ingin kita gunakan. Di sini saya menggunakan Peta Jogja.jpg sebagai filenya . Karena kita menggunakan peta raster dengan tipe file JPG, jangan lupa data sorce types yang digunakan adalah image data source.


Jika sudah, maka peta akan muncul pada theme. Jangan lupa untuk mencentang kotak kecil di kiri tulisan Peta Jogja, agar petanya terlihat. Jika sudah, tambahkan theme baru sebagai tempat untuk membuat objek polyline. Caranya adalah dengan mengeklik View -> New Theme.


Jika sudah maka akan muncul kotak dialog. Karena kita akan membuat objek polyline, pilih Line pada feature type.


Lalu beri nama dan pilih lokasi penyimpanan. Di sini saya menggunakan nama PolylineJogja.shp


Setelah langkah di atas, kita buat polyline, yaitu untuk membuat area atau wilayah dalam peta. Disini kita akan membuat area berdasarkan pada wilayah kecamatan yang ada pada peta raster. Klik menu Open Stream Digitize Form lihat gambar. Maka akan muncul jendela Stream Mode Digitizing seperti gambar dibawah ini.


Klik Stream Digitize Lines untuk membuat line pada peta. Di tahap ini membutuhkan ketelitian untuk membentuk garis menggunakan mouse mengikuti garis batas kecamatan yang sudah ada pada peta raster. Caranya cukup dengan mengeklik mouse button (tidak perlu ditahan), lalu buat line sesuai wilayah yang diinginkan. Untuk memperjelas tampilan line yang kita buat, kita bisa mengubah ketebalan garis dan warna polyline. Ketika kita ingin behenti sejenak atau ingin membuat garis baru, klik mouse dua kali. Kita bisa melanjutkan lagi pembuatan line dengan mengeklik mouse. Saat cursor bertemu dengan batas display, tool ini secara otomatis akan menggeser tampilan peta. Lakukan sampai semua wilayah selesai. Tidak perlu khawatir ketika garis yang kamu buat melenceng atau salah, karena kita bisa memperbaikinya di langkah selanjutnya.

Jika sudah, maka hasilnya akan tampak seperti gambar di bawah ini.



Setelah selesai, kita harus memastikan bahwa area polygon yang kita buat itu benar. Syarat sebuah polygon dikatakan benar adalah jika garis tersambung sehingga menjadi satu area. Beberapa kesalahan yang terjadi dalam pembuatan polygon dari objek polyline adalah garis menyimpul, garis bertumpuk, dan garis yang tak terhubung. Jika objek polyline yang kita buat masih salah, kita tidak bisa membuat area polygon. Maka kita membutuhkan extension Edit Tools versi 3.1, dengan tool yang akan sering kita gunakan adalah alat untuk menghapus dan menyambungkan node.

Untuk menggunakan initialize Edit Tools, sebelumnya kita ubah pengaturan Map Unit, kita bisa ubah ke desimal degress dengan cara klik View -> Properties. Lalu cari Map Unit, pilih Decimal Degrees, kemudian klik OK.


Setelah itu klik Edit Tools pada menu. Maka akan muncul jendela awal EditTools. Klik menu EDIT THEME.


Setelah kita klik, maka akan muncul ET Message.  Karena kita sudah menggunakan decimal degree, klik saja Yes.



Jika sudah, pilih theme yang akan diedit. Disini theme yang ingin saya edit adalah PolylineJogja.shp. Lalu klik ok.


Jika sudah, maka akan muncul jendela ET Polyline. Klik Start editing untuk mulai mengedit. Pertama kita harus mencari dulu kesalahan pada polyline yang sudah kita buat dengan cara klik Clean.


Kemudian, klik Intersect. Untuk keakuratan, sebaiknya pilih Full. Tunggu sampai proses selesai, kemudian klik Analyze.


Setelah proses selesai, lihat pada peta. Jika terdapat titik berwarna merah, itu artinya garis yang kita buat tidak memenuhi syarat sebuah polygon. Untuk memperbaikinya, kita pakai fasilitas pada Edit Tools. Klik Show Edit Tools pada menu yang terdapat di jendela ET Polyline, kemudian pilih Start Editing.


Maka akan muncul jendela baru seperti gambar di bawah ini.



Hapus garis yang salah atau ditandai dengan titik berwarna merah menggunakan Erase with Polygon. Setelah itu sambungkan kembali menggunakan Remove Redundant Nodes.

Untuk mengecek apakah garis sudah tersambung atau belum, gunakan menu  Draw (Redraw) Node. Titik yang sudah diperbaiki akan berubah menjadi berwarna biru atau hijau. Lakukan langkah tersebut sampai tidak ada lagi titik yang berwarna merah.


Cek kembali seperti langkah sebelumnya, dengan cara Clean -> Intersect. Kali ini pilih yang Fast. Jika sudah, klik Analyze. Pastikan tidak ada lagi kesalahan pada garis, karena hal ini akan menentukan kesuksesan kita membuat objek polygon.

Klik Build Polygon untuk mengubah objek Polyline menjadi area polygon. Jika masih ada node yang belum tersambung, akan muncul peringatan berupa Dangling Node Found. Jika sudah, simpan di folder dengan nama sesuai keinginan kamu.

Hasilnya kurang lebih tampak seperti gambar di bawah ini.


Selamat mencoba :D


Read more

Ulang Tahun Ada Lovelace ke 197 Diperingati Google : Biografi Ada Lovelace

5


Hari ini, ada yang berbeda dengan tampilan Google. Google sedang merayakan ulang tahun - atau mengenang 197 tahun kelahiran Ada Lovelace. Siapakah Ada Lovelace? Dia adalah seorang perempuan yang dikenal sebagai programer komputer pertama di dunia, yang menulis program pertamanya pada pertengahan abad ke-19.

Ada Lovelace muncul di Google
Ada Lovelace


Berikut ini adalah sedikit kutipan mengenai biografi Ada Lovelace :


Ada Lovelace atau Augusta Ada Byron, yang bergelar Countess of Lovelace, dilahirkan di London, Inggris tanggal 10 Desember 1815. Ia adalah putri dari seorang bangsawan sekaligus penyair romantis - Lord Byron, dengan Annabella Milbanke. Belum genap lima minggu setelah kelahiran Ada Lovelace, ibunya meminta cerai dari sang ayah. Lord Byron pun meninggalkan Inggris beberapa bulan kemudian karena depresi dan tercekik hutang. Dan setelah kejadian itu, Ada Lovelace tak pernah bertemu lagi dengan ayahnya, sampai sang ayah meninggal tahun 1824 di Yunani akibat malaria.

Ada Lovelace pun dibesarkan oleh ibunya, yang menginginkan agar Ada tidak menjadi penyair mengikuti jejak ayahnya. Karena itulah, Ada Lovelace dicekoki pelajaran matematika, astronomi, bahasa Latin dan musik secara ketat, intensif dan penuh disiplin, untuk mengimbangi “kecenderungan puitisme” warisan sang Ayah. Ada Lovelace memang menunjukkan kecerdasan dan kemampuan analisa yang luar biasa, tapi dia beberapa kali terserang penyakit aneh yang sepertinya disebabkan oleh gangguan psikis.

Lady Byron dan putrinya masuk ke pergaulan kelas atas masyarakat London. Dan pada usia 17 tahun, AdaMary Somerville, seorang ahli matematika yang menerjemahkan karya LaPlace ke dalam bahasa Inggris memperkenalkan AdaCharles Babbage, yang saat itu sedang berusaha mengembangkan mesin hitung mekanis yang diberi nama “Difference Engine”. Ada Lovelace lalu melakukan korespondensi secara teratur dengan Babbage.

Tahun 1835 Ada Lovelace menikah dengan William King, yang kemudian menjadi Earl of Lovelace. Mereka memiliki tiga orang anak. Sementara sibuk dengan kehidupan rumah tangganya yang banyak dikendalikan oleh ibu dari Ada Lovelace, Charles Babbage memiliki ide untuk sebuah mesin hitung baru bernama “Analytical Engine”. Ide Babbage tidak didukung oleh parlemen Inggris dan banyak ilmuwan lain, tapi Ada Lovelace sangat terkesan dengan ide tersebut.

Tahun 1841, seorang Italia bernama Louis Menabrea membuat tulisan dalam bahasa Perancis tentang “Analytical Engine”, setelah Babbage mempresentasikannya di Turin, Italia. Tahun 1842 Ada pun menerjemahkan tulisan Menabrea itu ke dalam bahasa Inggris. Babbage lalu mengusulkan agar Ada mengembangkan tulisan itu dengan menambahkan catatan-catatannya sendiri. Dalam waktu beberapa bulan tulisan itu berkembang menjadi tiga kali lebih panjang. Dalam tulisannya, Ada Lovelace menyatakan bahwa alat temuan Babbage kelak akan berkembang menjadi komputer serbaguna, bahkan untuk membuat gambar dan musik. Ia sepenuhnya benar, mesin hitung Babbage adalah cikal bakal komputer modern yang kita kenal saat ini.

Ada Lovelace juga menambahkan satu set instruksi penggunaan mesin itu untuk menghitung “bilangan Bernoulli”, yang kemudian diakui dunia sebagai program komputer pertama di dunia, dan Ada Lovelace disebut sebagai programmerAda Lovelace pertama di dunia. Untuk mengenangnya, salah satu bahasa pemrograman yang dikembangkan oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat tahun 1979 diberi nama “ADA”. Charles Babbage sendiri menggelari Ada Lovelace sebagai “Enchantress of Numbers” atau Pesulap Angka. Catatan Ada sudah menggunakan iterasi (looping) dan alur kontrol if-then. Bagaimanapun, catatan itu kurang dilirik dunia sebelum tahun 1953. Namun, dengan temuannya tersebut, Ada Lovelace telah mampu menjelaskan hal yang kompleks dengan lebih baik, mirip seperti sebuah bahasa pengkodean / coding.


Tetapi yang menjadi pertanyaan, mengapa nama Ada Lovelace tidak sepopuler Charles Babbage sebagai inventor komputer awal? Mungkin karena  usianya cukup pendek, sehingga tak bisa menuntaskan sejumlah temuan dan penelitiannya. Atau mungkin karena isu gender. Seperti yang kita semua ketahui, dunia teknologi identik dengan jenis kelamin laki-laki, sehingga ketika ada kaum perempuan yang berpengaruh, namanya pasti akan tenggelam, kalah dengan dominasi kaum laki-laki. Tapi di luar itu semua, sejarah membuktikan bahwa kaum perempuan punya peran tak kalah penting di bidang teknologi informasi. Itulah mengapa pada hari ini, Google mengganti logo halaman utamanya dengan Ada Lovelace, sebagai penghargaan atas penemuannya itu.

Read more

 
Design by ThemeShift | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Templates | Best Web Hosting